Pembombardiran di Cibadak, Sukabumi sendiri merupakan buntut dari meletusnya pertempuran di Bojongkokosan antara pihak sekutu dengan tentara Indonesia, dimana sekutu memberanikan diri konvoi dari Batavia(Jakarta) menuju Bandung dengan rute nya melewati Bogor-Sukabumi-Cianjur tanpa pengawalan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan tujuannya ingin mengirim bantuan ke Bandung, dan karena itu pula sekutu telah melanggar dari perjanjian setelah Perang Dunia ke II. Peristiwa pertempuran di Bojongkokosan terjadi pada tanggal 9 Desember 1945. Dari pertempuran tersebut baik dari pihak sekutu maupun TKR Resimen 3 Sukabumi banyak menelan korban, tepat tanggal 10 Desember 1945 setelah pertempuran tersebut pihak sekutu tidak ambil diam langsung merespon dengan mencari pusat pertahanan Resimen 3 TKR Sukabumi. Komandan Resimen TKR Sukabumi, Eddie Soekardi mendapat informasi dari Dokter Hasan Sadikin bahwa para korban yang gugur dalam pertempuran Bojongkokosan disemayamkan terlebih dahulu di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak. Setelah sholat Shubuh, Komandan Resimen Eddie Soekardi tidak lain adalah anak kandung dari R. Didi Soekardi pejuang revolusi, Kapten Achmad Kosasih, Letnan Muda Tomet Mansyur berangkat menuju Cibadak Ditengah perjalanan dua jam kemudian, mobil yang didalamnya ada Letnan Eddie Soekardi dengan rekan-rekannya memasuki kota Cibadak. Tiba-tiba di angkasa terdengar raungan pesawat tempur RAF (Royal Air Force) milik Inggris yang terkenal cukup canggih dimana Inggris mampu menjadi pemenang Perang Dunia II dengan pesawat tempur Royal Air Force. tersebut Eddie Soekardi dan staf lainnya merasa penasaran, mobil dihentikan sejenak, mereka keluar untuk memperhatikan pesawat tempur tersebut. Nampak sejumlah RAF terbang rendah dalam formasi-formasi tempur. Tak lama kemudian terdengar siulan-siulan disusul oleh bunyi gelegar dentuman-dentuman bombardir yang siap meledak dalam sekejap. Akhirnya Letnan Eddie Soekardi langsung bersembunyi sementara didalam mobilnya supaya musuh tak melihatnya, lalu berlindung di bawah rimbun pepohonan didekat perkebunan. Dari jauh tak henti-hentinya pesawat tempur RAF menghujani Cibadak dan sekitarnya. Serangan udara RAF mulai mereda sekitar jam 16.00 sore. Komandan Resimen Eddie Soekardi bersama staf kembali melanjutkan perjalanan.
Letnan Eddie Soekardi berasumsi mengapa sekutu melaku pemboman di Cibadak tetapi bukan di Bojongkokosan yang sebelumnya terjadi pertempuran di daerah situ karena lokasi Cibadak berada di antara Bojongkokosan-Cikukulu. di dua lokasi itulah mereka mendapat serangan gencar, mungkin mereka menderita banyak korban disana. Mungkin menurut mereka, lokasi Cibadak merupakan basis pertahanan utama dari Resimen 3 TKR Sukabumi. Namun walaupun Cibadak menjadi lautan api karena banyaknya letusan bom oleh sekutu ternyata sebagaian dari rakyat Cibadak telah diungsikan sebelumnya walaupun masih ada yang tetap tinggal di Cibadak dan dari persitiwa Pemborbadiran Cibadak menurut sumber yang didapat cukup menelan koban juga sebagian adalah rakyat sipil.
Sumber: http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-01700-DS%20Bab2001.pdf
Letkol Eddie Soekardi
1 komentar:
Wah, kira-kira tepatnya cibadak sebelah mana ya kang?
Posting Komentar